Pelatihan Auditor AMI SPMI Berbasis Risiko Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Auditor Mutu Internal
Pelatihan Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis risiko sukses diselenggarakan pada tanggal 11–12 Februari 2026 di Auditorium POKADA, Gedung Atlanta lantai 5. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring ini diikuti oleh dosen serta auditor mutu internal dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS), termasuk perwakilan dari Politeknik Baubau melalui Pusat Penjaminan Mutu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program skilling dan up-skilling yang bertujuan meningkatkan kompetensi serta performansi kerja para dosen dan auditor mutu internal dalam menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami pendekatan audit berbasis risiko secara komprehensif.

Materi pelatihan mencakup konsep dasar SPMI, teknik audit mutu internal, identifikasi dan mitigasi risiko, hingga strategi peningkatan mutu berkelanjutan. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman praktis mengenai penyusunan laporan audit yang efektif dan sesuai standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Keikutsertaan Politeknik Baubau dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat budaya mutu serta meningkatkan kualitas tata kelola akademik. Perwakilan dari Pusat Penjaminan Mutu Poltek Baubau mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk penguatan kapasitas auditor internal yang aktif.

Salah satu tujuan penting dari pelatihan ini adalah memastikan auditor mutu internal memiliki kompetensi yang terstandar serta mampu melaksanakan audit secara objektif, sistematis, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan pelampiran Surat Keputusan (SK) Auditor Aktif sebagai bukti legalitas dan profesionalitas auditor.
Manfaat lain yang diperoleh peserta adalah meningkatnya kemampuan dalam mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian, menganalisis akar masalah, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran. Dengan pendekatan berbasis risiko, proses audit tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam menjaga mutu institusi.
Bagi Politeknik Baubau, partisipasi dalam pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan akreditasi program studi maupun institusi. Auditor yang kompeten akan berperan penting dalam memastikan seluruh standar pendidikan tinggi terpenuhi secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga membuka ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik antarperguruan tinggi. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan memberikan wawasan baru terkait implementasi SPMI yang efektif di berbagai konteks kelembagaan.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Auditor AMI SPMI berbasis risiko ini, diharapkan para dosen dan auditor mutu internal, termasuk dari Politeknik Baubau, semakin siap menjalankan perannya dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. *IsrJie